TEKA-TEKI

Kesibukan ku mulai berubah oleh berubahnya pekerjaanku sekarang. Beberapa bulan hanya berkutat dengan angka algoritma kini aku harus bertemu orang-orang dan juga berhubungan dengan presentasi segala.
Beberapa minggu lalu juga aku sempat pulang pergi bandung Jakarta. Karena sering bertemu janji dengan kolega perusahaan aku bersama teman tim divisi ku sering juga sampai rumah lebih malam dari pulang kerja biasanya. Apalagi kemacetannya.gak ketulungan dan musim penghujan pula.

Aku sering tidak.mengindahkan ponsel jika malam hari. Hanya sesekali memantau chithat grup divisi.

Iya, sudah beberapa hari ini aku tak kunjung mendapat notifikasi pesan dari mu. Mengenang kamu adalah satu-satunya sahabat ku yang setahun terakhir ini selalu menagih cerita  aktivitas ku. Aku tetap berpikir positif, barangkali kamu juga sedang disibukkan oleh pekerjaan mu sama seperti belakangan ini.

Malam ini, aku memenuhi undangan pesta ultah teman kantor ku berbarengan dengan teman- teman yabg lainnya juga. Dan dia yang sudah ku ceritakan juga kepada mu, tentang kedekatan kami  belakangan ini tapi masih belum untuk aku ingin mengenalnya lebih jauh. Karakter, mata seolah jelmaan mu. Tapi, hati ku kuat menyukai mu.masih belum untuk membuka hati. Itu yang ku ceritakan padamu. Kamu dengan semangat memotivasi ku untuk mencoba buka hati, aku mengerang bisa kamu mencoba buka hati untuk ku? Kamu tidak dapat mendengarnya.katena hanya ada dalam hati ku saja.

Hubungan kita masih sama hangat dan bersahabat , tagihan mu akan aku menceritakan aktivitas ku pun begitu, dan aku seperti candu untuk menceritakan kepadamu. Berteman saja kita begini, kalau teman hidup kurasa kita yang paling bahagia. Mungkin.

Tapi aku bukan tak sadar dengan kecanduan kumenceritakan pada mu,aku masih punya gembok untuk hal apa yang tidak harus ku bagikan kepada mu. Pertanyaan mu hari ini shit menjebak ku membuka beberap hal yak tak mesti kamu ketahui. Who are you???

What the hell more,, kamu sudah mendapat cerita tentangku dari salah satu teman dekat ku. Jauh dari dugaan ku dia akan terhipnotis oleh pertanyaanmu. Karena, sungguh tak.ada hak untuk kamu mengetahuiku lebih jauh lagi. Cukup pada kesehatian ku saja. Kan sudah pernah ku katakan dan ku jelaskan pada mu. Aku mencoba menghargai pertemanan kita, tapi kamu pun terus mengusik. I cant more. About.my faults, maybe my sins you know it. Okay. But you goin on want to far. Stop. I CANT. Thats my private please stop here.

Semenjak you know me more than your expectation, kita sama-sama menjauh. Ku akui, aku yang mengawalinya. Aku merasa sakit seperti kehilangan sebuah kesayangan . Pertemanan kita seperti frappucino ' semakin dihirup semakin kentara pahitnya dan berasa yak ingin lagi meminumnya'. Pertemanan kita begitu mengenaskan.

Kita, barangkali lebih baik begini. Sama-sama menjauh. Bahagialah kamu dengan cerita keseharian perempuanmu  dan aku tak lagi kamu ingat-ingat. Amnesia lebih baik jika itu baik untuk mu. Mungkin aku juga. Sampai kesempatan kita bertemu lagi  barangkali dibandara lagi.

Santai saja, ini bukan mengisahkan perpisahan kita teman. Ini hanya untuk masing-masing kita lebih baik.

Harus kamu percaya seluruh cerita ku yang kamu tagih setiap hari itu. Ceritaku apa adanya. Percaya atau tidak ada pada mu. Walaupun ku bilang harus. Tentang kebenaran kamu cukup dialog dengan Tuhan bukan temanku.


Share:

0 komentar