I Am Not The Mistakes I Have Made
source image : Google
Time is running
So, time is limited
Everybody has changed,
Yes I am. Satu tahun
sudah menjalani cara hidup yang baru, apa yang aku rasakan? Be Better. Ada beberapa hal yang dapat
saya pelajari lebih dalam hikmahnya dalam perjalanan hidup selama satu tahun
ini dengan mengerahkan sebesar-besarnya keberanian untuk menghadapi resiko atau
rintangan yang akan aku hadapi. Aku hanya ingin share mana tahu ini akan menjadi salahsatu obat untuk ku
kalau-kalau kemudian hari sempat down dengan keputusan ini. Sekarang bukan lagi
keputusan yang ku hadapi tapi menjalani yang harus ku tanggung jawabkan.
Diawal keluargaku sangat kecewa dengan kegagalanku baik dari my study, menjauhkan diri dari mereka (disappear), kemudian lepas jilbab. Keluarga
ku seperti terhantam batu yang besar dengan kekecewaan yang ku lakukan kepada
mereka. Apa yang perbuat disaat sepertinya langit aku (keluarga) sangat kecewa
dengan ku bahkan orang yang paling aku sayang bertubi-tubi didatangi mereka
yang merasa sangat benar hanya untuk menghina, menggurui dan menyinyir , kepada
orangtua ku. Aku memohon ampun kepada orangtua ku, itu hal pertama yang aku
lakukan. Kasih sayang orangtua sepanjang
masa, kasih sayang anaklah yang sepanjang galah. Berkat doa orangtua ku, aku
bangkit dari segala keterpurukan hidup yang salah dan berani menjalani cara
hidup yang lebih baik. Dukungan mereka lah Tuhan menguatkan ku. Tentang
penerimaan mereka terhadapku tanpa syarat. Begitu besarnya kasih sayang mereka.
Sampai saat ini, untuk mereka aku berjuang untuk bertanggungjawab atas cara
yang ku ambil. Be Better. Sesekali
adik ku Sela pun, belum sepenuhnya menerima keadaanku, tanpa jilbab ( gak
pernah mau berfoto sama aku :(). Tapi
keluarga adalah kebaikan paling tulus
dan besar dari semua yang ada diluar sana.
Bulshit banget kalo aku bilang ada yang lupa dengan masa
lalu, ada tapi sangat susah dan jarang bahkan aku adalah salahsatu dari mereka
yang ingin melupakan masa lalu. Pernah beberaa kali aku ikut bermeditasi tapi
belum berhasil, hihi barangkali yang ada cara share me J. Kenapa pingin lupain masa lalu
(yang kelam) hehe terutama they are peoples who around me for about 7 years
ago. Yah, semuanya ku bilang masa lalu, maybe hanya memori saja atau sekedar
mengingat akan jasa-jasa yang belum sempat ku balas bahkan hutang yang belum
sempat ku bayar, secepatnya kan ku kelari. Mohon doanya. Dilingkungan yang sekarang I have friend ,
kindly and aku selalu berusaha berlaku baik dan menjadi teman yang sesungguhhnya.
Aku tidak lagi ketakutan dengan judgements dari mereka
tentang aku yang sekarang. Walaupun proses menghilangkan ketakutan itu sendiri
aku harus berusaha terus (terkadang ketika bertemu orang lama yang ku kenal
secepat mungkin aku menghindar biar gak ketemu seperti di mall, deitempat makan,
dibusway :( ).kalau sekarang terserah mereka mau bilang apa, I don’t
care. Takut hanya kepada Nya, dan seluruh cara dan niat ku kuserahkan
kepadaNya. Karena aku percaya kekuatan yang ada pada ku sekarang berasal dari
Nya bukan mereka.
“Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Kerena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak akan percaya itu.” (Ali Bin Abi Thalib).
Yang jelas dalam diriku sekarang, aku hanya ingin menjadi
lebih baik. Tentang keimananku, aku berusaha untukk selalu dekat denganNya
selalu mengingatnya, dan itu hanya aku dan Nya yang tahu.
Semoga kita selalu
berubah menuju kebaikan-kebaikan, aamiin.
Selamat Tahun Baru Islam ( 1 Muharram1438 H)
Tags:
PERSONAL

1 komentar
"Kenapa pingin lupain masa lalu (yang kelam) hehe terutama they are peoples who around me for about 7 years ago" sedikit banyak kata-kata ini menyakiti hatiku. Sejujurnya hingga detik ini aku tetap percaya meski mulai retak, akan tetapi sebaris kalimat itu seolah membuat kepercayaanku padamu hancur. Sedih, sungguh amat sedih. Sedih karena tak mampu menemanimu melewati masa sulit, sahabat. Ku kira dirimu masih sahabatku, tapi entahlah menurutmu.
BalasHapusMaaf telah lama tak menyapa tetapi menyapa dengan pembuka seperti ini.
Assalamualaikum..
Apa kabar Julita?
Kapan bisa bertemu lagi?
Kapan bisa sharing dan bercerita jauh kesana kemari, sekedar duduk di depan Mall atau sekedar duduk sambil menikmati lalu lalang orang-orang?
Pertanyaan yang mungkin tak bisa terjawab karena satu kalimat itu.
Namun, sekuat apapun kamu melupakan, jangan lupakan kalau tetap ada teman setia yang menunggu ceritamu, yang setia menemanimu menangis di masa terpurukmu.
Semoga Allah selalu memberikan hidayahnya kepada kita.
Semoga Allah memberikan kesempatan kita untuk bertemu, meski kamu terus menjauh.