Pagi ini aku menulis curhatanku kepada Tuhanku,
Tuhan, aku ini memperjuang hidup
Tapi setelah ku telaah kitab Mu
Aku memperjuangkan mati
Tuhan, aku baru sekedar tahu hidup
Tapi setelah sebentar aku menjalaninya
Aku menunggu kematian
Tuhan, perihal proses hidup
Setelah aku dalam jalan menuju hidup
Aku menuju kematian
Tuhan, ya kematianlah pada akhirnya untuk menuju kehidupan awal dan akhir yang kekal, surga.
Selalu menyalahkan Ibukota yang kejam
Bisa ditemukan diberbagai lirik lagu dan pendapat para kritikus
Ku akui kejam, merasuk para hati mereka yang didalamnya
Aku tak mengenal kau adalah sanakku
Sekilas temu harian kita hanya masing-masing manusia yang diIbukota
Tapi bukan hanya menjadi manusia saja katanya yang berperasaan
Perasaan apa? Cih.. Perasaan senanglah yang selalu dirasakan bersama
Jika kau dalam kesedihan taik!!! hanya kau seorang yang merasa
Pada yang lain memilih tidak peka
Para mereka yang baik hati tanpa pamrih entah kemana masih aku tidak melihat
Katanya percaya Tuhan tapi selalu jauh berpikir negatif terhadap sesama
Entah lah, Aku seorang manusia yang sedang protes dengan keadaan ku saja bukan Tuhan ku dan kalian
Tapi aku tidak ingin bagian dari kalaian-kalian, baik hati dan tidak peka
Ku pikir aku harus mengasah kepekaanku
Karena diluar sana mereka ada seperti ku
Ketika berdiri aku seperti ini
Begitu pun aku duduk maupun berbaring Aku seperti ini
Bukan kah kesempurnaan itu terletak pada yang mencipta
Namun yang dicipta tentu begitu sempurna
Karena kesempurnaan ada pada semuanya
Barangkali rindu
Seperti senja yang menuntaskan hari ini
Aku ingin esok bertemu dirimu
Seperti hujan berjanji menampilkan pelangi
Aku ingin melihat wajahmu
Seperti bintang berkelip nan cantik
Aku ingin merasa debaran jantungku tentang mu
Seperti jalanan mulai sepi kemudian menghadirkan kehusyukan
Aku ingin mendengar suara mu
Seperti malam kian larut dan sunyi
Aku ingin bermimpi nan indah tentang aku dan kamu
Barangkali rindu
Aku ingin mendengarmu-melihatmu-bersamamu
Walau dalam mimpi
*untuk Mak & Bak :3
Aku ingin, kamu tanya hatimu sekali lagi
Sebelum kamu benar-benar pergi dariku
Tanyakan, masihkah ada aku didalamnya entah itu hanya sekilas
Harus kamu ketahui,hatiku masih menyimpan rasa untukmu
Aku sadar, kisah kita memang baru sebentar namun kesan terukir begitu indah
Aku memang bukan wanita sempurna
tapi tak pernah berhenti berharap dan mencoba membuatmu tersenyum
walau tak pernah berbalas
saat kau teralu rapuh pundak siapa yang tersandar-tangan siapa yang tak melepas
Ku yakin aku
Bahkan saat kau memilih untuk meninggalkan aku -tak pernah lelah menanti, karna ku yakin akan kembali
ada engkau dalam setiap doaku
sungguh aku rindu berbagi tawa ,kini kita tidak lagi menyapa
biarlah dari kejauhan melihatmu tersenyum-walau tak pernah berbalas bahagiamu juga bahagiaku
Aku ingin, kamu tanya hatimu sekali lagi
sebelum kamu benar-benar pergi dariku
Note: tulisan ini aku menyadur dari lirik lagunya Fiersa yang berjudul "APRIL" Lirik aslinya tentu lebih bagus dan lagunya sangat membawa emosi kita kedalam kenangan indah bersama orang yang sempat bersama kita dan kini memilih pergi.