Miss Julie Notes

"I am not The mistakes I have made"

AN INTROVERT

AN INTROVERT


Selalu bahagia banget kalo dapet undangan pernikahan teman. Siapa yang gak bahagia? Ada sih kalo temennya nikah sama mantan sendiri agak nyesek ya hihi, ah itu disinetron yang ntah terinspirasi dari mana. Jangan sampai didunia nyatanya banyak-banyak ya, terlalu menyedihkan. Ada sih, malah sahabatan kental gitu tapi orang yang merelakan dan bahagia sedikit guys, banyaknya masih ada nyesek-nyesek gimana gitu. Itu ya ciri-ciri orang yang bisa move on dari mantan,eaaak.

Thanks God, dapet kabar bahagia dari teman ku, teman yang ku kenal sejak 8 tahun belakang, bangku SMA. Kali pertama ketemu diasrama pemali. Kemudian kami didekatkan lagi sama-sama menjadi panutan asrama putri abadi loh selama 3 tahun. Gak hanya itu, kami satu grup juga di grup mentoring, aku lah yang banyak belajar dari dia.

Dia adalah jamik safitri, sebuah hal terbaik aku mengenal dia. Salah teman perempuan ku yang hebat dan pintar (matematika nya kenceng, jago catur). Semangatnya apalagi, ntah angin apa yang bisa matiinnya. Gak ada matinya, walaupun dia curhat lagi down dan bingung bukan berarti dia hilang semangat tapi hanya sedikit capek fisiknya. Kadang dia agak keluar juga premanism nya apalagi kalo traveling, dia sendiri ceweknya juga hayooo. Malah temannya banyak cowok, ya dalam pertemanannya ada kompetisi menarik perhatiannya juga. Tapi tentang jatuh cinta, bukan hal mudah untuk dia. Cara dia jatuh cinta, bukan kebanyakan seperti  kita cewek-cewek pada umumnya. Karena bagi dia jatuh cinta itu kepada yang siap pada jenjang yang serius, hhmm ....menikah.

Aku banyak belajar hal dari tentang iman, belajar agama, kepercayaan,kesabaran dan keberanian juga dari dia. Setelah kami lulus SMA, dia juga berjuang di Jakarta sama seperti ku. Dia masuk di perguruan tinggi kedinasan dan siap menjadi abdi negara. Emang pantes, dedikasi nya untuk hal sukarelawan pun luarbiasa. Disela kuliahnya yang buat aku berat banget dia masih disibukkan dengan hobinya menulis hingga disela skripsi sempet sempetnya menerbitkan buku ( gue yang getol pengen nerbitin buku,dia yang duluan gimana gak hebat guys), traveling dengan genknya, berpartisipasi dalam komunitas yang dia kembangkan bersama timnya, pengajian hapal quran, menghadiri konferensi, mengikuti kompetisi catur, menghadiri seminar nasional dan banyak lagi kegiatan-kegiatan keren dia.
Dia pun salahsatu teman yang tempat yang bisa ku tuju untuk menjadi teman curhat, tanpa alasan. Nyaman saja sama dia. Bermalam ditempat dia, dia yang selalu siap mendengar keluh kesahku, dan kami selalu bercerita mimpi-mimpi kami yang kalau dicerita diluar sana pasti ditertawai orang lain. Kami sempat join bisnis cafe bersama, kemudian sebelum dia menikmati hasil nya aku yang belum sempat merapihkan tentang bisnis ini keburu, kegagalan ku datang serentak tanpa ampun. Kemudian untuk dia selalu ku tinggalin janji, bukan janji belaka mik, tapi aku benar-benar belum punya amunisi. Kamu pasti nanyak kenapa gak jelasin? Well, I cant answer..maybe I just wanna forget it but I will pay it for you. Please wait, mik ya :). I know kesabaran akan selalu ada batasnya, but th way I confessed, that was my fault.

Gak berhenti disitu aku bikin dia kecewa, aku menghilangkan diri setelah dia bantu aku, jadi tempat curhat, nangis-nangis, nampung,kasih makan, dan diteror telpon menagih ala ahli surga.  Aku meninggalkan ketidakkepercayaan lagi kepada ku, kemudian sempat bertemu memperlihatkan kejutan yang membuat dia kecewa berat dengan aku melepas jilbab yang aku sudah pakai kelas 2 SMA, berkat terinspirasi dari dia dan banyak belajar keagamaan dari dia. Kemudian memberi janji angin surga kepadanya tapi amunisi ku diluar dugaan semua. Dan merubah jalan hidupku. Aku bukan lagi sama jalan seperti mereka, aku gak bisa. Aku menghilang saja, itu pilihan terbaik yang aku lakukan. Well, niat ku ingin gak dikenal oleh mereka yang ku kenal 5 tahun belakang. Dia termasuknya, tapi rasanya gak mungkin juga. Hutang ku masih seperti bukit dengannya tidak hanya perkara hutang biasa tapi hutang budi. Dia ku akrab panggil, miuuul. Sahabat baik yang ku punya, yang gak ada capeknya menyapa ku yang shit!!!nya aku abaikan. Kata maaf gak bakal merubah apa, yah gak ada gunanya tapi kewajiban aku meminta maaf, hak dia untuk memaafkan atau gak. Semua harus aku terima. Banyak hal yang belum aku cerita tapi gak mungkin lagi cerita itu masa lalu. Gak akan aku ungkit lagi, aku hanya akan membayar hutang-hutang ku dan jika ada kesempatan bisa jadi kita berteman lagi. Dan cerita dia sebenarnya lebih aku tunggu untuk ku dengar. Dan hari ini tiba undangan kebahagian dia, undangan pernikahannya, selamat ya miul. Maaf lagi gak bisa datang nantinya.

Hanya kata-kata ingin melupakan, tapi tetep aja dihati dan memori tersimpan rapi. Tapi sakit mengenang, menghilang adalah cara mengobati cara ku.
I miss you so much 😍😍😍

Your friend maybe,

Mpok jul


image source : Istagram Icha
Dear Atun,
Assalammualaikum,

Apa kabar Atun and Bang Andre?
Sebenarnya telat banget, tapi telat lebih baik dari pada tidak sama sekali.

I have been write this my private diary on their wedding day from this place I send them my goodness and my miss her so much.  I dont know what I should to say if I was in front of them, both of you,  atun and bang andre.

"seorang #sahabat yang tidak dapat hadir pada hari kesakralan perubahan status tentu hari bahagia sahabatnya." #sahabat macam apa? Ngenes :(

Aku minta maaf ya atun, ichatun.. Thats your milestone,  anymore bang andre.. Setelah LDR sekian hari bahkan jutaaan detik, ceilee..

Actually,  I really miss you so much Atun,  gimana kalo dulu pernah ngepit dirik pas tiduk,  nah sekarang lah ade kanti kepit (nyelingkek) e, pagi-pagi kentut bedengung ade yang denger,  dan semua itu fakta ok tun, kan cerita dulu yang agik serungel diisba luk e kalo sekarang dak la, la belaki inga muah... Hahahaha

Sahabat yang dak mungkin ku lupak, yang nek nganti tiduk disba tiap minggu e (karena kita bedue lah cewek e) , bebersih asrama, becuci baju ku hingga CD ge dicucinya,  apa agik nyetrika sampai ngebires lemari dan segale macem la dak setiap kalinya, beganti la kami bedue.  Cerita e,  jujul is a stranger girl and atun ni beauty girl,  rapi,  telaten e minta ampun,  cewekla pokok e.

I am still remember of all our memories, freak, nice, hope and broken maybe until I am disappear from you.

Oh iya,  niat disini nek bikin history bagaimana seorang bang andre akhirnya menjadi pendamping hidup Atun (selamanya). Perjuangan yang luar biasa,  bertarung sehat dengan lawan-lawannya,  bertarung dengan hati atun sendiri, bertarung dengan masa lalu,  bertarung dengan waktu yang paling utama setelah nya. Hmm,  bertarung dengan lawan-lawannya yang juga berjuang memenangkan hati atun dak kalah kece lho sampai kepada titik terang dan lampu hijau dinyalakan oleh atun.

"hati ku nek jatoh ni julita" via telpon menelponku sembari menunggu detik-detik mengutarakan perasaannya ke atun(nembak bahasa abege e) (sambil nelpon luk dan didepan teras pulik setting e) lupak ku malam ape pas tu,  kayak e malam jumat ding, hehehe.

Dan hal yang paling lucu hampir ditilep Bos beno yang siap mengantar icha kemana pun dan disuguhkan acara-acara wah demi atun,  dan gue sebagai teman kepercik menikmati traktiran-traktirannya. Sumpah, ketabe la puas.. And then about their love story I will show you all below...

Silahturahmi dan bukber isba jaya 2011 : modal awal bang andre dengan jari kaki berdarah datang lah atun yang ngobat e, barangkali dengan dilap e darah tu nyangkut la bekas tangan atun sehingga angin cinte e bang andre tiba-tiba liwat.

PDKT: sebelum e ku minta maaf dan la sudeh si lah pas awal jadian luk e,  kalo sms e galek ku yang bales daripada atun (agik bimbang ni atun e lum open heart, masa lalu masih didepan mata). Ternyata diluar sana gesit juga si bang andre curhat ala lelaki dewasa dengan Tohari (notabene nya tohari seorang masa lalu yang ada didepan mata terkadang ada bayangan masa depan juga dengan Tohari ). Dengan segala kebaikan yang dimiliki seorang tohari, die pun turut mencoblangin bang andre dan atun. Semakin membuat atun dilema, tapi agik renyek makan bakso plo kuah nambah pulik.  Jadi,  galau bukan bikin atun dak makan. Hihihi

Kemudian muncul juga seseorang,  bang andre mengajak atun nonton dan seseorang itu pun dak kalah, ngajak juga.  Ya,,  machdum akrab kami manggil e iim. Dan lagi lagi ku yang bales semua sms mereka berdua.  Atun hanya nyengir cantiik.
Hoho,  bos beno pun mulai beraksi dengan segala perhatian mautnya,  bikin bang andre cemburu buta subuh-subuh. Ngeruce dek kruan jatak.

Nah,  mudik bersama pun bang andre semakin gencar pdkt. Sayangnya,  bang andre cuma bantu pas nek berangkat mudik tapi tu bikin atun kesemsem.  Aura bang andre mulai mengusik kebimbangan atun.  Hhhhh

Detik-detik menyatakan perasaan (nembak): sempet-sempet e nelpon dirik padahal lah didepan atun e kata e diteras rumah kaben atun.  Dengan kondisi hati e nek jatoh tadi, menyatakan perasaan  lancar dan jadian la dorang bedue.

Perjalanan hubungan: LDR,  sikok dijakarta sikok dibangka. Pernah putus nyambung  juga karena masa lalu datang seenak saja.  Maybe,  ini bumbu-bumbu atau drama dalam hubungan mereka.

Dan... Perjuangan bang andre dan atun pun merawat hubungan mereka sedangkan beno kandas dan iim masih saja menaruh harapan tepatnya desire to be with atun tanpa perjuangan. Cakeep.

Langit terang dan biru,  itu adalah gambaran kawan kami yang muncul  disela-sela bang andre dan atun saat itu membuat atun gegana juga dengan segala karisma, perhatian, dan wow la pokok e.  Randy nama e,  banyak yang ngeser e, ganteng si. Tapi aek atok bang andre tak terkalahkan, atun masih belum berpaling penuh. Menikmati juga perhatian Randy saat itu. Kece si tun ok, hhh.

Setelah itu mulai ini bang andre dan atun harus bertarung dengan waktu dan jarak dalam hubungan mereka,  Adem-adem...muncul juga ryan deh hahaa

Dan tenang semuanya ftv selalu indah pada akhirnya.

Tapi ini bukan ftv tapi kisah nyata sahabat ku,  dan kini bang andre lah pemenangnya.

Disini ada satu lagi sahabat kami yang cerita cintanya gak kalah fenomenal dan mungkin masih berjuang dan bertarung dengan waktu dan jarak, apa kabar nindul?maybe, after atun, its you to married soon, anda then me.  Allah bless us. 3 Wonder women :)

Hhhhmmm... Sekarang lah ade junior bang andre atau cheribell e atun yang disebut atun 'balon kecil'.
Happy in your life,  bang andre dan atun.
Sehat selalu, panjang umur, berkah melimpah, dan kita bertemu lagi nanti.

No gift special rather than meet you. Dan kado-kado kebahagian untuk ikak dirapel,  semoga pas debay lahir nantinya.. Semoga lahir bulan Februari, hehe karena Februari is magic.

Bye.. Bye atun

Love you full,
Jujul


#NOVEMBERRAIN #LOVESTORY #PERSAHaBATAN















Siapa menyangka persahabatan retak, rapuh,menyampah, runtuh, hilang akhirnya. This is my confession for my best friend. Untuk berharap dia membaca ini rasa nya berat tapi Tuhan membuka cara dan jalan memberi tahunya. Aku percaya.

Setelah pengkhianatan yang kukatakan bukan khilaf, tapi sebuah kesalahan fatal yang aku perbuat. Dikala aku ingin menjadi malaikat untuk orang lain aku mengorbankan seluruh lapisan kepercayaan dengan setumpuk pendustaan yang jauh untuk kemaafan. Sungguh, aku tak mengelak, cara ku kala itu jauh dari cara yang menuju kebenaran ya aku menanggung resiko. Kebencian, hilang kepercayaan, dan akhirnya ku harap tidak ada dendam. Aku meminta maaf, tapi bukan ini cara ku. Ku mohon tunggu sebentar, aku butuh amunisi, aku bukan seorang yang kuat. Sungguh, aku rapuh.

Mengingat persahabatan kita, lalu (bukan sengaja ingin mengungkit masa lalu kemudian galau) aku masih menyimpan rapi kenangan kita kawan, manis atau pahit, masih.

Kamu seorang yang cantik, punya pendirian sendiri, dan sangat tulus. Aku dulu nya sangat senang berjalan disampingmu, karena kamu sangat menarik pehatian, dan pasti aku bersampingan, menjadi kita. Jadi lah aku banyak teman juga, teman mu banyak dari keluwesan mu dalam berteman. Aku belajar itu dari mu.

Ketika kita masih baik-baik saja, akhir dari baik-baik saja itu kamu menjamu ku ditempat mu sungguh luarbiasa.

Tapi kini, aku yang menghilang dari mu dengan keadaan rindu sangat dalam diri ku. Bagaimana cara mu mengambil keputusan tentang melanjutkan pendidikan tinggi dulu nya, kita curhat ria, kemudian bagaimana kamu menceritakan cara mu menjalani hubungan cinta jarak jauh dan segala cara kamu menikmati hidup ini.

Semoga kita dipertemukan lagi disuatu masa kamu menerima ku lagi. Dengan aku membayar semua kesalahan ku dan aku menjelaskan yang sesungguhnya terjadi. Semoga kamu percaya.

Merindui mu, Amoy cay:)

Kalau aku adalah kata dia suka tampil walaupun introvert. Thats freak. Dia tidak suka tampil tapi ekstrovert . Its cool. Dia adalah sahabat ku yang tidak mengenal jarak antara kami, tak mengingat berapa lama kami tidak bertemu dan mengobrol, tapi tiba-tiba mengobrol seolah setiap hari kami bertemu dan bercengkrama.sewaktu SMA lah aku mengenalnya dan akrab tak jarang orang bilang kami kembar, ya postur tubuh kami sama apalagi semasa kelas 1 SMA nya kami wajib untuk berpotongan rambut pendek semua.if you see 'Dora' it was us :). Keakraban kami berawal dari persamaan, bukan saling melengkapi. Untuk melengkapinya kami berjuang bersama. Saat itu bagaimana mau melengkapi ketika nilai-nilai kami berdua sama-sama terancam apalagi mata pelajaran fisika. Kami berusaha melengkapi mati-matian hingga kami sukses nama kami masih terdaftar dalam siswa yang tidak lulus untuk ujian harian mata pelajaran tersebut.

Hingga waktu semakin dekat untuk memisahkan kami, kami berdua didera kegalauan bukan karena bingung memilih tempat kuliah. Kami berdua galau kami tidak lolos untuk beasiswa kedinasan dan bidik misi. Karena harapan kuliah kami besar pada beasiswa. Maul, panggilan ku kepadanya. Keputusan terakhir kami diakhir SMA tidak sama, dia memilih menunda kuliah bekerja terlebih dahulu dan aku nekat mendapatkan beasiswa dan kuliah.

Dia orang pertama yang ku ceritakan tentang bagaimana aku jatuh cinta kepada seorang kakak kelas kami. Kemudian kami berdua sering mengamati dari jauh kakak kelas tersebut. Kami menikmati masa SMA dan persahabatan kami. Keluarga nya seperti keluarga ku sendiri, adik-adiknya, bapaknya, apalagi IBu nya. Beberapa kali aku berkunjung kerumahnya.

Bukan persahabatan kami berdua yang hebat, tetapi dia lah yang hebat. Sama seperti sebagai anak sulung dengan segala tanggungjawab untuk keluarganya. Menunda kuliah berarti menunda mimpi-mimpinya, karena biaya. Pekerjaan orang tua kami sama, buruh harian sehingga tidak tabungan pendidikan untuk kami. Oleh karena itu beasiswa yang kukatakan tadi adalah harapan besar kami.

Dia memilih bekerja, bukan suatu pilihan kalau ku bilang, tapi keharusan karena keadaan. Tapi, dia menyimpan seluruh kesedihan ketika melihat teman-teman kami yang ketika ditanya kuliah dimana dengan mudah menjawab,di bandung, di jakarta dan lainnya. Dia menyimpan rapat dalam semangatnya yang luarbiasa demi mereka, keluarganya.

Aku sempat tidak mendapat kabarnya pada tahun-tahun pertama kami berpisah. Tapi sekarang kami sering mengobrol via bbm atau chatting.

Everybody has changed, tapi tidak dengan dia. Ketika tahun ini beberapa keputusan yang ku ambil untuk hidup ku, I have changed. Bagaimana dia menanggapi ku? Dia menerima ku apa adanya, dan masih mendukung mimpi-mimpi yang kami terus untuk meraihnya sampai kami berhasil.

"No person is your friend who demands your silence, or denies your right to grow". Sebuah kalimat Alice walker dalam bukunya the color purple. Iya itu uabg dilakukan maul untuk ku, tapi tetap mendukung ku padahal aku tak menceritakan kegalauan ku sedikit pun tapi hati menaut persahabatan ya. Begitu lqh terangkai persahabatan kami. Tentang kehidupan percintaan kami masing-masing rumit, bukan terlalu complecated hanya saja rumit. Seperti cita-cita kami, seperti itu pula untuk kami dalam urusan percintaan. Maul pun di alarmkan oleh Ibu nya untuk tahun ini menikah, aku pun turut berdoa semoga maul bertemu jodohnya seperti teman kami Monik dan Dini yang juga sudah menunaikan ibadah tersebut. Aku? Hmmm..aku berdoa untuk mauli dulu ya. Semoga tahun ini ya maul, teman yang baca mohon doa nya untuk niat baik sahabat ku ini.

Happy weekend Maul, sahabat ku :)

Karakter anak sulung tentu tidak terbiasa dengan pengaruh orang yang lebih tua dari dia seperti kakak. Walaupun diluar sana dia memiliki kakak kelas, kakak tingkat dan kakak-kakak lainnya. Bukan semata anak sulung keras kepala atau ingin menang sendiri. Tapi terbiasa mandiri saja tanpa arahan atau petuah dari kakak kepada adiknya.

Aku lah anak sulung yang tidak terbiasa dengan adanya kakak laki-laki atau pun perempuan. Tapi tidak dengan dia yang selalu memanggilku adek, dia kakak ku sekaligus sahabatku. Secara keluarga kita memang masih satu keluarrga dan harusnya pangkat dia dikeluarga kami adalah bibi, aku adalah keponakannya. Kami sebaya, sewaktu masa SD kami satu kelas dan dia salahsatu saingan berat ku untuk menduduki bintang kelas. Gayanya tomboy apalagi didukung namanya seperti anak laki-laki, Baqiyatul Husni. Akrab ku panggil ayuk, artinya kakak perempuan. Entah bagaimana kau.memanggilnya ayuk padahal harusnya aku memanggilnya busu.

Sahabat terbaik yang aku miliki adalah dia, sejak SMP dan SMA aku jarang bertemu dengannya karena masing-masing kami jarak yang jauh, dia dipesantren keluarga.

5 tahun belakangan ini kami kembali akrab. Aku sering menginap dirumahnya dan menjadi tempat paling damai buat aku. Cara dia mendengarkan kita dan dia banyak mengajarkan ku banyak memberi. Dia yang sangat friendly ketika bertemu orang baru dan sangat bersahabat. Sangat ceria, kuat dan pengasih. Aku banyak belajar ketegaran dengan nya. Aku banyak belajar menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan mengikhlaskan.

Aku dan dia juga hobi yang sama, yakni jalan-jalan sehingga kami digelar kakek ku miak natak. Bermain dengan ombak pantai pagi hari adalah kesenangan kami. Kemudian sore-sore bercerita dengan laut dengan semangkok bakso dipantai air anyir adalah ritual senja yang menenangkan bagi kami.

Dia yang tegar, besar dalam keluarga yang besar kemudian tiga tahun yang lalu nenek ku, Ibu nya meninggalkan dia dan kami untuk selama-lamanya. Sekarang dia mandiri tanpa Ibu, dan menjadi tempat kesah bagi saudara-saudaranya. Kemudian perihal jodoh, aku doakan yuk semoga berjodoh dengan orang yang terbaik untuk mu. Ah yuk, aku sangat merindukan mu.aku bukan lah teman mu yang baik, yang belum bisa menjamu mu sehangat mungkin.ketika akhir tahun kemarin kamu mengunjugi ku disini dengan keadaan ku dirumah petakan yang ku sewa ini. Aku belum punya apa-apa kecuali doa untuk mu. Beberapa janji ku pun terpaksa kuurung dan menjadi hutang bagi ku yang segera akan ku lunasi.

ingin menulis kehidupan mu agar banyak yang bisa belajar dengan mu apa arti hidup ini.

Adik mu, ponakan mu seklaigus sahabt mu, yang sungguh merindukan mu.

" hidup ini perihal memberi dan mengikhlaskan yang banyak, maka akan bahagia"-Ayuk Husni








Sampai sekarang aku masih tidak mengerti tentang kami yang sudah tidak seperti teman apalagi sahabat. Tak ada percekcokan, tak ada adu mulut,dan tak ada acara penjelasan. Kami memilih diam dan pergi kemudian masing-masing saja. Terlihat seperti tidak pernah bersahabat karib.

Ntah lah? Tapi dari hati yang tulus aku menyayangi hal ini. Aku masih mengingat bagaimana sebentuk persahabatan kita dari persahabatan orangtua kita hingga kita, anak-anaknya pun bersahabat.

Masih aku ingat kala kita mengaji bersama dengan guru ngaji kita yang kita takuti setengah mati kalau-kalau tajwid kita tidak benar. Apalagi saat aku lagi flu kan susah tu untuk fasih suara jadi sengau itu kesempatan guru ngaji untuk mencak bijak kepada ku, dan kamu bersama teman lain bukan membantu malah cekikikan. Tapi hal-hal itu sampai kita khatam aku sangat rindu dengan suasana seperti. Mungkin hanya bisa jadi kenangan manis karena tak ada kemungkinan aku mengilanginya lagi. Masa lalu jangan kita ulangi lagi, semua berproses dan berubah.

Berubah juga dengan aku dan kamu sahabat, tak hanya di tempat kita mengaji kita sering bermain bersama. Ya aku sering kerumah mu, mainan mu banyak ketika itu dibeli oleh orangtuamu untuk mu. Kamu anak yang baik mengajak ku ikut bermain bersama mu. Kita saling bercerita dan tak lupa kita juga menulis mimpi-mimpi. Kamu juga bintang kelas kala itu.kita sama-sama anak sulung juga.

Kemudian jarak kembali menjauhkan kita kamu masuk sekolah asrama yang mana pulang kerumah hanya libur panjang. Bagaiman cara kita tetap berkomunikasi?. Masa itu belum jaman untuk handphone apalagi kamu memang tidak diperbolehkan membawa benda elektronik bentuk apapun.

Setiap kali orangtua mu mengunjungi mu aku ikut juga kemudian kalau gak ikut aku mengirimi mu surat. Kamu pun membalas surat ku diminggu orangtua mu mengunjungi kembali.

Hahaha...surat kita berisi curhatan kita masing-masing. Masih kusimpan surat-surat tersebut, walaupun beberapa sudah mulai menguning kertasnya. Kita keren berkirim surat, demi sahabat.

Kembali lagi kita semakin berjarak aku diasrama juga kamu masih diasrama juga, berbeda asrama dan sekolah ya. Aku menjadi jarang mengirimi mu surat dan waktu liburan lah kita menghabiskan waktu kita. Kita kepantai, kita ke kebun dan beberapa kali kita berdua nekat bertemu teman dekat mu, sekarang menjadi calon masa depan mu. Semoga berjodoh dan berbahagia ya.

Kita sama-sama sudah menjalani menggapai cita-cita kita, kembali kita ditempatkan Tuhan didaratan bumi yang sama, Jakarta. Kamu berkuliah dikeperawatan dan sekarang sudah resmi menjadi perawat. Congrats ya.

Tapi kita hanya pernah bertemu beberapa kali saja, entah beberapa tahun yang lalu. Awal-awal kita di Jakarta. Sekarang? Kita tidak lagi bertemu, berkomunikasi saja tidak. Aku masih menyimpan kontak lama mu. Tahun lalu sempat bertemu dijalan, ku pikir aku akan lama bercengkrama dengan mu tapi kamu buru- buru bersama teman mu. Kita hanya menyapa sekilas, bertanya kabar pun tidak. Dan kamu bilang kontak mu sudah berganti. Well, aku benar-benar tidak mempunyai kontak mu lagi sahabat.

Semua berubah, walaupun akau percaya everybody's changed pasti ada sebabnya dong. Tapi aku tidak tau sebab kamu menjauhi ku. Entah pengkhianatan apa yang terjadi diantara kita. Sebuah nama sahabat masih ku ingat diantara kita, sinta.

Kalau disini aku minta maaf, aku tidak bertanya langsung perihal apa kamu menjauh?

Sahabat mu dulu mungkin, sekarang? Kamu tetap masih sahabat ku. Ku pikir kita memiliki pilihan hidup tentang siapa yang harus berada dilingkaran kita. Terimaksih untuk selama mengenalku :)

"Sebagai anak sulung, harus menjaga adik-adik, memberi contoh yang baik kepada adik-adik, membantu mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari (menyapu,mengepel, mencuci piring, menggerek air, memasak, mencuci baju) dan menjadi juara kelas".

Adalah deretan kewajiban yang diberikan oleh Ayah dari seorang sahabat ku kepadanya. Tentu sama halnya juga dengan kewajiban ku karena aku juga anak sulung sama seperti dia.

Akrab ku panggil Imut, nama lengkapnya Nurhikmah. Aku sangat salut dengan sahabat ku ini, rajin, telaten, disiplin dan rapi. Dari segi pekerjaan rumah, mata pelajaran dan jadwal waktu bermainnya sangat telaten dan disiplin.

Sekarang dia mengabdi diperangkat Desa kami, sudah sebelum dia lulus sebagai sarjana disebuah universitas di Provinsi kami. Persahabatan kami sangat mendukung kami sebagai anak sulung yang bermimpi akan menjadi orang-orang sukses nanti nya dan menjadi inspirasi adik-adik kami. Cita-cita mulia kami mengangkat derajat orangtua kami. Semoga semesta turut mengamini. Aamiin.

Sewaktu masa SD dia lah saingan ku dan Mizi, baru ada Husni dan juga Iput. Pernah aku kalah dengan dia, bisa ku sebut dia saingan berat ku di kelas. Kami bersaing sehat untuk menjadi bintang kelas. Ketika pembagian rapor tiba, ayah nya dan bapak ku selalu dipanggi paling awal, bearti kami yang menjadi bintang kelas. Hingga lulus SD kami kami tidak terkalahkan. Hehe tapi dia dengan Mizi sering berganti posisi, apalagi sewaktu Ibu nya sakit lama yang mereka harus bolak balik Jakarta untuk pengobatannya dan dia banyak menghabiskan waktu untuk merawat Ibunya dan semua pekerjaan rumah, termasuk merawat adik-adiknya.

Imut dan Aku pun melanjutkan ke SMP yang sama. Sayangnya, kami tidak lagi satu kelas. Kami masih belajar bersama dan naik angkot sama juga dengan geng Kimak nantinya akan ku ceritakan juga.hehe

Kemudian kami pun di SMA yang sama pula, namun berbeda jurusan. Dia memilih IPS, bakatnya memang dalam ilmu akuntansi karena sewaktu kami satu kelas dia jago dalam mata pelajaran matematika. Tetapi kami jarang bertemu kecuali jam istirahat tentu masing-masing lebih akrab dengan teman sekelas. Kami bersapa ria.

Bukan karena kami satu kampung rasa persahabatan kami tidak pudar sama sekali, tetapi percayalah sahabat adalah dia yang memiliki persamaan keinginan. Seperti kami dengan cita-cita mulia kami. Menaikkan derajat orang tua kami, sebagai anak sulung.

Disaat aku juga galau untuk melanjutkan kuliah dimana dan dia pun merasakannya. Saat itu kami berdua nekat harus kuliah dengan keadaan orangtua kami tidak sanggup untuk membiayai kami. Apalagi tanpa beasiswa kuliah diluar Bangka.

Sore itu, aku mengirim sms ke dia menanyakan kuliah dimana. Dengan segala kendala yang sama yang kami hadapi, aku mengajaknya mendaftarkan kuliah di salahsatu universitas di provinsi kami. Saat itu aku sudah dinyatakan diterima diuniversitas itu. Gelombang terakhir, dia pun ingin mendaftar disana. Modal nekat kami berangkat kesana, waktu itu dia baru bisa mengendarai motor. Belum begitu lancar dan tidak memiliki uang sama sekali untuk membeli bensin. Uang yang ada pas untuk membeli formulir.

Nekatnya kami, alhamdulillah selamat sampai kampus tersebut. Ternyata formulirnya tidak lagi sama harga nya sewaktu aku mendaftar kemarin. Aku juga sama tidak memegang uang sama sekali. Kami kebigungan mendapat uang dari mana untuk tambahan, kalau tidak mendaftar sekarang kami sudah membuang-buang bensin, waktu dan keberanian kami yang notabene nya Imut baru bisa mengendarai motor.

Lagi, kami nekat meminjam dengan salahsatu calon mahasiswi juga disana dan kami baru berkenalan. Kabar terakhir dari Imut aku juga lupa namanya mahasiswi ini sudah meninggal. Semoga Allah memberi tempat terbaik untukmu atas kebaikanmu, kawan. Alhamdulillah, Imut mendaftar juga hari itu.

Esok harinya, aku mendapat telepon dari salahsatu Universitas di Jakarta aku diterima dan mendapat beasiswa penuh bersamaan dengan pengumuman diterimanya Imut di universitas yang kami berdua daftar.

Aku pun membuat keputusan besar dalam hidupku, aku akan melanjutkan kuliah diJakarta. Imut juga senang disisi lain dia sedih karena kami sudah merancang kehidupan kuliah kami dengan kost bersama, belajar bahasa inggris dan kegiatan-kegiatan kampus lainnya ternyata Tuhan menunjukkan jalan lain untuk masing-masing kami. Aku berangkat Ke Jakarta.

Kami masih berkomunikasi dan ketika aku pulang saat liburan kami sering jalan bersama. Ya, sekarang dia masih melajang semoga secepatnya aku mendapat undangan pernikahannya. Hasil dari jalan cinta yang complicated antara dia dengan calonnya. Terakhir aku berkomunikasi tahun kemarin. Tahun lalu dia sempat berkunjung ketempatku di Jakarta dan Aku tidak sempat mengajaknya jalan-jalan di Ibu kota karena hari kedua disini dia harus pulang mendadak neneknya meninggal. Dia pulang kebangka dengan kehilangan HP dijakarta.

Aku bertemu lagi saat itu kami silahturahmi disalahsatu rumah teman kami di pantai Air Anyir. Dan dia juga harus kehilangan HP lagi oleh ku. Untuk saat ini aku belum bisa mengganti, tapi Mut, aku akan menggantikannya dan semoga nanti kamu kesini aku akan mengajakmu mengelilingi Ibu Kota ini.Janji ku kepada sahabat ku ini, Imut.

Kesamaan visi adalah sebab persahabatan kami sangat manis dengan segala keberanian dan tekad kami yang begitu nekat.

Selalu sukses untuk mu, imut :D

Kepindahan orangtua ku dan kami sekeluarga ke gang sebrang rumah yang kami tumpangi dulu mengharuskan aku berteman dengan anak-anak tetangga rumah kami. Tentunya sebaya dengan ku. Aku bersyukur ternyata mereka yang menjadi teman baru ku ini adalah teman satu kelas. Dan aku warga baru digang ini, Gang Pinang Sebatang. Seperempat jumlah siswa dikelas kami(SD 42 Kimak) adalah anak-anak Gang Pinang Sebatang. Ada aku, rika, iput, mizi, nata, romi,dan ida.

Saat itu aku dititipkan orangtua ku dirumah nenek ku, ya mizi paman bungsu ku, karena orangtua ku masih menginap dikebun selagi adik-adikku belum masuk sekolah. Rumah kami dibelakang rumah nenekku. Sehingga aku banyak waktu bermain dan belajar bersama teman-temanku ini. Aku dan mizi selalu menempati ranking kelas terkadang bertukar posisi dengan mizi dan berapa teman lainnya. Aku masih posisi bintang kelas.

Persahabatan kami pun terjalin mengalir sangat karib. Pagi-pagi kami kekali bersama (mandi untuk berangkat kesekolah) dan saling panggil dan menunggu juga. Begitu pun berangkat kesekolah dan pulang sekolah. Hingga kami main sore harinya dan belajar bersama.

Selepas lulus SD kami pun berpencar keantah berantah tentang impian kami masing-masing. Aku dan Mizi melanjutkan ke SMP yang sama dan masih satu kelas sampai kelas dua SMP, sedangkan nata, iput dan romi melanjutkan ke SMP yang dekat dengan kampung kami lain lagi dengan Ida dan Rika tidak melanjutkan sekolah mereka membantu orangtua mereka menambang timah saat itu. Mereka sudah bisa mendapatkan uang sendiri. Aku sangat menyayangkan waktu itu mereka tidak melanjutkan sekolah akan tetapi aku baru sadar kini semua itu terjadi karena antara pilihan dan keadaan.

Kalau ada novel lima elang kalau kami tujuh elang dengan mimpi-mimpi kami. Bagaimana kami melewati masa-masa SD bagi anak Desa yang terus ingin berprestasi. Kami juga harus membantu pekerjaan rumah orangtua kami, dan kami juga membantu orangtua kami untuk mendapatkan uang. Kami adalah salahsatu dari sekelompok anak bangka yang pernah merasakan menambang timah, mendapatkan uang sendiri.

Kami juga melewati masa bermain kami, walaupun aku adalah salah satu anak yang saat itu tidak pandai bermain mainan tradisional sehingga tidak terlatih untuk bertanding dalam segi taktik kecuali dengan menulis dan membaca,hehe.

Pernah aku dimarahin oleh Rika karena lenjir dalam petak umpat grup (gong malam:bahasa Bangka). Jadilah grup 7 elang kalah. Kemudian main GILON juga kami kalah sewaktu lomba di sekolahan. Tujuh elang eksis pada masa itu. Mizi tulisannya rapih, dan Nata yang klimis apalagi Romi seorang anak laki-laki yang sedikit gelap maksudku kulitnya hehe. Iput pada waktu itu bwrpostur badan paling besar diantara kami, aku paling pendek lain dengan Ida paling Jangkung dan Rika sitomboy.

Semangat kami sebagai tujuh elang dari Gang Pinang Sebatang membawa kami kekehidupan masing-masing saat ini. Mizi sekarang menjadi salahsatu karyawan di perusahaan swasta di Pangkalpinang dan masih melajang, Iput menamatkan SMA sama dengan ku dan sekarang sudah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki yang ganteng pula dan menetap di Desa Air mesu. Rika pun sudah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki dan menetap di Pal 9. Ida sudah menikah dan menetap di Gang Pinang sebatang. Romi, aku tidak mendapat kabar sejak aku berada diajakarta 5 tahun yang lalu. Dan Nata sudah menikah dan masih di Gang Pinang Sebatang.

Sungguh Tujung Elang masih menjadi cerita ku dan kenangan-kenangan dimasa kami beertumbuh, dan besar.

Sungguh, aku sangat merindukan mereka, panggilan kekali, panggilan kekebun, mandi berenang, menjelajah hutan dipinggir kampung. Tapi tak mungkin lagi kami mengulangi nya, tapi aku ingin kami berkumpul kembali aku ingin tujuh elang termasuk dari orang-orang yang sukses dengan pilihan hidupnya masing-masing.

Sampai bertemu kembali,

Salam Tujuh Elang :D

Na: Ihhh jangan foto.bertiga, nanti salahsatu dari kita ada yang mati duluan.

Li: Iya nih gak mau ah.

La: Jadi gimana dong, kan kita bertiga bersahabat harus ada foto dong bertiga

Jekreeek, tiba- tiba mereka bertiga sudah difoto oleh Ale (pamannya Li)

Mereka bertiga adalah anak manis potongan bob (dora) dengan poni rata pada 18 tahun dulu dan bersahabat karib.

Aku, dengan panggilan La dan dua sahabat ku Na dan Li. Kala itu masa-masa kami baru duduk dibangku sekolah SD, kami berumuran 6 tahun. Rumah kami yang berdekatan sehingga kami bertiga berteman, teman main. Terkendala kami menunda keasyikan kami bermain karena sering kali aku dipanggil ibu ku pulang untuk mengasuh adik-adikku, tanggungjawab anak sulung berbanding terbalik mereka berdua anak bungsu tentu waktu bermain sangat banyak. Kemudian aku juga sering harus ikut ayah dan ibu beserta adik-adik ku untuk menginap dipondok kebun kami yang cukup jauh dari kampung. Kami pulang hanya setiap jumat, itu sewaktu aku belum masuk sekolah.

Ketika sudah masuk sekolah SD, kenyataannya aku dan Na tidak satu sekolah dengan Li. Kami hanya bisa bermain sepulang sekolah, aku dan Na masih satu sekolah sebangku pula. Sepulang sekolah pun aku jarang main kecuali hari jumat, karena aku masih ikut orang tua dikebun dan setiap hari aku diantar Ibu ku dan pulang bersama anak-anak tetangga yang dekat dengan kebun kami entah kenapa aku tidak akrab dengan mereka. Kemudian sudah naik kelas dua aku dititipkan dengan nenek ku, sehingga sepulang sekolah kami bertiga bisa bermain dan belajar bersama. Masing-masing kami memiliki karakter yang unik, aku yang berbadan pendek gempal, Li kurus krempeng tinggi, dan Na yang manis dan cikal bakal tercantik, hehe.

Dalam hal pelajaran aku lah yang menjadi juaranya sehingga untuk mengerjakan PR aku diandalkan, dan Li selalu menyajikan buah-buahan dari kebunnya, terkadang juga masakan ikan air tawar dan kami juga sering diajak mencari ikan, kepiting udang air tawar. Menunggu durian jatuh di kebunnya. Na, orangtuanya mempunyai toko kelontong terbesar dikampung kami sering membawakan kami ciki-ciki gratis sehingga kami bisa menabung. Kemudian kami sering diajak kerumahnya saat itu keluarganya sudah memiliki tv berwarna dan parabola. Wiih, kami menonton film-film bagus. Dan orangtuanya juga membelikannya tendo, majalah bobo dan komputer sehingga kami betah lama-lama bermain dirumahnya. Kami sudahmengenal teknologi keren saat itu.

Hobi kami sama, membaca, mengoleksi foto artis saat itu, dan menulis surat. Kami pernah menulis surat kebeberapa artis cilik seperti Joshua, Christina colondam, Marshanda, Tasya kamila, Maissy dan mengirimkannya via pos. Saat pak pos datang kerumahnya Na kami bersorak gembira, bertaruh surat siapa yang sudah dibalas. Dan kalian tau, surat kami dibalas beserta dengan foto dan tanda tangannya. Keren kan hobi kami, notabenenya anak kampung. Kami seolah berteman dengan artis-artis cilik tersebut. Kami tau cara mengirim surat tersebut dari majalah bobo kepunyaan Na. Kami juga mengikuti serial cerita bobo tanpa terlewatkan karena orangtua Na berlangganan.

Beranjak kelas tiga SD, aku harus pindah rumah dan berbeda gang saja sih, tapi tetap saja sedih. Kami bertiga dikenal tetangga-tetangga sebagai trio kwek-kwek kala itu. Kemana-kemana bertiga, kecuali sekolah saja. Sebelum berangkat sekolah sempat kami bertemu dulu setelah aku dan Na kearah timur Li ke arah barat.

Kami mulai ngeh dengan cita-cita jadi apa, aku bercita-cita sebagai guru saat itu, Li pun begitu dan Na ingin menjadi bidan. Kadang dia sudah dipanggil bidan Na oleh tetanga-tetangga kami saat itu cocok saja menjadi bidan dengan gaya nya.

Tidak terasa juga, lulus sekolah SD kami mulai jarang bertemu dan bermain bersama itu untuk Li, kalau Na dan aku masih. Siapa pun tahu saat itu, dimana ada Na ada aku, terkadang ada Li. Sungguh persahabatan kami sangat manis.

Aku dan Na melanjutkan jenjang SMP dikecematan yang sama, sehingga kami tidak pula terpisah, masih satu kelas juga. Sedangkan Li memilih MTs dikampung kami.

Kami semakin jarang bertemu, jarang pula bercerita padahal masa puber masa bnyak yang harus kami bagikan bersama, tapi karena jarak dan waktu juga kami hanya bertemu seminggu sekali. Tapi tidak ada yang berubah suhu kami mengobrol, cara kami membagi cerita dan saling merasakan perihal kebahagian dan kesedihan bersama masih terasa seperti kami diumur 6 tahun dulu.

Masa SMA pun kami terpisah, aku dan Na hanya beda kelas saja Li selalu berbeda dengan kami, kami bisa bermain bersama dan bercerita saat liburan dan lebaran saja. Masing-masing mempunyai lingkungan baru kami tidak protes dan masing-masing tidak sombong.

Hingga jarak dan waktu semakin memisahkan kami bertiga, setamat SMA Li memilih bekerja disebuah rumah makan kemudian dua tahun lalu menikah dan sekarang sudah memiliki anak. Menjadi ibu yang hebat untuk anak dan suaminya. Li, kamu keren kata ku. Na, sekarang menjadi seorang perawat profesional disebuah rumah sakit besar di kota kami sedikit meleset dari cita-cita kala SD menjadi bidan tahun ini masih melajang, semoga tahun depan sudah menikah karena calonnya pun sudah ada. Aku, seorang La yang memilih ke Jakarta membawa seluruh mimoi-mimpiku dan sekarang menjadi miss julie masih proses menggapainya aku akan menjadi...dan tentang menikah ya, kurasa aku yang urutan ke-3 nya hehe.

Sekarang kami harus jauh terpisah, dengan Li aku belum berkomunikasi lagi dan Na, via social media sesekali kami masih bertanya kabar. Memaklumi kesibukan masing-masing. Tapi aku selalu yakin rasa persahabatan kami bertiga sangat kental dan kami saling merindu. Selalu ku doakan kita semua dalam rengkuhan kebahagian dari Nya dan nanti kita berjumpa, berkumpul dan bercerita kembali. Aku, Na, dan Li kita selalu bersahabat.

Waktu memang sering menghapus memori kebersamaan kita, tapi percayalah tak semudah angin menghembus dan membawa terbang cerita, rasa, dan kenangan kita. Barangkali nanti kepada anak-anak kita, kembali bersahabat. Aku, Na dan Li selalu bersahabat.

Ku kirim salam rindu ku dengan desau angin Jakarta, disini aku sekarang untuk kalian disana. Marina (Na) dan Yuliana (Li alias alos) :D

Kalau berdiam diri itu bikin imajinasi membeku. Kenapa gak dituangkan saja melentuk-lentuk jati diatas keypad seolah menari lincah. Maksud ku menuliskannya saja semua imajinasi, sayang kalo cuma jadi bayangan kemudian tersenyum sesaat atau merasa sedih seketika. Share bukan bearti pamer, mengenang bukan berarti galau barangkali rindu, dan ini obatnya.

Persahabatan biasanya stuck saat kehidupan dewasa(sebelum menikah/masa menempuh pendidikan) tiba. Persahabatan hanya akan menjadi tumpukan kenangan dan bahan untuk reunian tahunan. Untuk mengenang dan mengumpulkan kembali rasa-rasa persahabatan yang telah dan sedang dijalani kali ini seorang Miss Julie menulis serial friendship'story .

Barangkali bersama tulisan ini kerinduan-kerinduan tersebut tersampaikan dan kembali merasakan rasa-rasa persahabatan yang katanya persahabatan adalah jalinan rasa peduli, sayang tulus antara kita dan kita, bukan hanya kamu dan aku.

Selamat menikmati tulisan serial friendship's story :D
Postingan Lama Beranda

About Me

About Me
Hello!  I'm Miss Julie, a personal blogger (but no perfect each my Blog) and now turned into active blogger, based in Jakarta, Indonesia.  This blog is on process of focus my space : Intovert| Public Relation | Financial Planner | Marketer | Farmpreneur | Randomly Writer | Artistry |Traveling | Nutrilite

Popular Posts

  • Turn to a quarter of life : 25 years old
    source image : pinterest Kepada Dia yang memberi kehidupan... Aku selalu bersyukur dengan cara-cara ku berharap Engkau memelukku d...
  • 5 hal yang harus kita ketahui dari Pesantren Al Ittifaq, Bandung
    5 hal yang harus kita ketahui dari Pesantren Al Ittifaq, Bandung : 1. Pesantren Al Iitifaq, Madrasah pesantren ini bukan hanya pesantren...
  • Efek Buah Naga terhadap Urine
      source image : google Guys, aku mau share ni pengalaman urin warna pink soft (kemerah-merahan). Cerita nya gini kemarin  aku mengkon...
  • 7 tips membolang tempat wisata di Bandung ala miaknatak
    7 tips membolang tempat wisata di Bandung ala miaknatak Heyy guys...aku akan bagikan 5 tips membolang tempat wisata di Bandung ya ala...
  • kaleidoskop Miss Julie 2016
    Kaleideskop 2016 "Now is the time of fresh starts This is the season that makes everything new. There is a longstanding rumor th...
  • Miss Julie's kitchen : Rujak Kangkung
    Bukan miss julie kalo tidak mencoba hal-hal baru dalam kehidupan ini guys. Hhmm.. Weekend kali ini enaknya do something apa ya yang menarik?...
  • Semua ada masa (nya) 
    source image : pinterest Haiii...all of happiest person 😂 Bulan Maret aku sibuk nya gak ketulungan,huhu. Hhmm...bukan sok sibuk ya,...
  • miak natak goes to CIWIDEY #DAY1
    02-04 Desember 2016 Welcome To Ciwidey Hey guys...udah pernah denger ya kalo aku punya partner in crime dalam traveling dengan labe...
  • Memaknai Hari Kartini 2016
    21 April 2016 Hari Kartini bukan semata-mata dandan baju kebaya yang ternyata justru untuk para pegawai hanya menjadi ajang berlomba-lomb...
  • go out of Laziness on holiday !!!!
    Halohaaa everybody on happiness... Just one click we are so easy to share anything in social media, but isnot enough we are just one cl...

INSTAGRAM @_missjuliee

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Instagram

Copyright © 2017 Miss Julie Notes. Distributed By Protemplateslab & Created by OddThemes